Daftar Isi
Aturan Umum untuk Panggilan Pribadi 34
Dua Jenis Panggilan Pribadi 46
- Penggunaan yang Benar atas Panggilan. 48
- Pemilihan Panggilan yang Baik. 49
- Permulaan yang Baik dalam Panggilan. 56
- Kelanjutan yang Baik dalam Panggilan. 76
- Pekerjaan dalam Panggilan Kita Harus Memiliki Tiga Syarat 76
- Pekerjaan dalam Panggilan Kita Harus Dilakukan dengan Cara Tertentu 88
- Pengakhiran yang Baik dari Suatu Panggilan. 141
- Pengunduran Diri dari Panggilan. 141
- Pertanggungjawaban atas Panggilan. 146
Contoh isi:
Pertama-tama, saya katakan, panggilan adalah suatu kondisi atau jenis kehidupan: yaitu, suatu cara tertentu dalam menjalani hidup kita di dunia ini. Sebagai contoh, kehidupan seorang raja adalah menghabiskan waktunya dalam memerintah rakyatnya, dan itulah panggilannya; sedangkan kehidupan seorang rakyat adalah hidup dalam ketaatan kepada penguasa, dan itulah panggilannya. Keadaan dan kondisi seorang pendeta adalah menjalani hidupnya dengan memberitakan Injil dan firman Allah, dan itulah panggilannya. Kehidupan seorang kepala keluarga adalah menjalani hidupnya dengan mengelola keluarganya, dan itulah panggilannya. Singkatnya, cara hidup yang khusus dan patut[1] yang kepadanya setiap orang dipanggil dan dikhususkan, itulah (saya katakan) panggilannya.
Kini, dalam setiap panggilan kita harus mempertimbangkan dua hal. Pertama, sebab efisien dan pemrakarsanya. Kedua, sebab final atau tujuannya yang semestinya. Pemrakarsa setiap panggilan adalah Allah sendiri; dan oleh karena itu Paulus berkata, “Sebagaimana Allah telah memanggil setiap orang, demikianlah hendaknya ia hidup,” ayat 17. Dan karena alasan inilah, tata cara hidup di dunia ini disebut Panggilan, karena setiap orang harus hidup sesuai dengan cara ia dipanggil oleh Allah. Perhatikanlah seperti halnya di perkemahan militer: Panglima menugaskan kepada setiap orang tempat dan kedudukannya; satu tempat bagi penunggang kuda dan tempat lain bagi prajurit infanteri; dan kepada setiap prajurit secara khusus pula: tugas dan kedudukannya di mana ia harus bertahan melawan musuh, serta hidup dan mati di tempat itu — demikian pula halnya dalam masyarakat manusia. Allah adalah Panglima, yang menetapkan panggilan khusus bagi setiap orang, dan seolah-olah, kedudukannya. Dan dalam panggilan itu, Ia menetapkan tugas khusus baginya; dalam menjalankan tugas ini, ia harus hidup dan mati. Dan sama seperti di kamp militer, tidak ada prajurit yang boleh meninggalkan posisinya tanpa izin Panglima, demikian pula tidak seorang pun boleh meninggalkan panggilannya kecuali ia menerima izin dari Allah. Lagi pula, dalam sebuah jam yang dibuat oleh seni dan karya tangan manusia, terdapat banyak roda, dan masing-masing memiliki gerakannya sendiri — ada yang berputar ke arah ini, ada yang ke arah itu, ada yang bergerak perlahan, ada yang cepat — semuanya diatur oleh gerakan mesin jam. Lihatlah di sini kemiripan yang mencolok dengan pemeliharaan khusus Allah atas umat manusia, yang merupakan ‘jam’ dunia yang besar, yang menetapkan bagi setiap orang gerakannya dan panggilannya; dan dalam panggilan itu, tugas dan fungsinya yang khusus. Oleh karena itu, apa yang saya katakan benar, bahwa Allah sendiri adalah pemrakarsa dan awal mula dari segala panggilan.
Hal ini membantah pandangan kafir orang-orang yang beranggapan bahwa kondisi dan keadaan khusus manusia dalam kehidupan ini terjadi secara kebetulan; atau semata-mata karena kehendak dan kesenangan manusia itu sendiri. Kedua, dari apa yang telah dikatakan, kita belajar bahwa banyak orang yang meyakini diri mereka memiliki panggilan, namun pada kenyataannya sama sekali tidak memiliki panggilan. Sebagai contoh, mereka yang hidup dari riba, perjudian kartu dan dadu, mengelola rumah judi, pertunjukan teater, dan hal-hal semacam itu. Sebab Allah adalah pencipta setiap panggilan yang sah; namun, cara hidup yang menyedihkan seperti ini bertentangan dengan Firman Allah, atau jika tidak, panggilan-panggilan itu tidak didasarkan padanya. Dan oleh karena itu, panggilan-panggilan itu bukanlah panggilan sejati atau panggilan ilahi, melainkan penyimpangan dari Allah dan jalan-jalan-Nya.
Sekarang, sebagaimana Allah adalah Pemrakarsa setiap panggilan, demikian pula Ia memiliki dua tindakan di dalamnya. Pertama, Ia menetapkan panggilan itu sendiri. Dan kedua, Ia membebankannya kepada orang yang dipanggil. Oleh karena itu, saya katakan, panggilan adalah suatu jenis kehidupan tertentu, yang ditetapkan dan dibebankan oleh Allah. Pertama, Allah menetapkan suatu panggilan ketika Ia menetapkan dan memerintahkannya dalam dan melalui Firman-Nya. Dan panggilan-panggilan serta keadaan hidup tersebut, [751] yang tidak memiliki dasar dari Firman Allah, adalah tidak sah. Kini, Allah dalam Firman-Nya menetapkan panggilan dengan dua cara. Pertama, dengan memerintahkan dan menetapkan secara khusus, sebagaimana Ia lakukan pada panggilan-panggilan yang paling penting dalam keluarga, Gereja, atau negara. Kedua, dengan menetapkan dan menggariskan hukum-hukum serta perintah-perintah tertentu secara umum, melalui mana kita dapat dengan mudah menyimpulkan bahwa Ia menyetujui atau menolak panggilan-panggilan tersebut, meskipun mereka tidak ditetapkan secara khusus dalam Firman.
[1]Cara hidup dan perilaku seseorang dalam pergaulan dengan orang lain.




Reviews
There are no reviews yet.