
KIDUNG CINTA SEJATI
Eksposisi Ayat demi Ayat atas Kidung Agung
Kidung Agung adalah salah satu kitab yang paling jarang dikhotbahkan di banyak gereja, meskipun kitab ini ada di dalam kanon Alkitab dan diakui sebagai Firman Allah yang berotoritas penuh. Ada beberapa alasan untuk hal ini. Sebagian orang percaya merasa canggung membahas tema cinta dan keintiman fisik antara suami dan istri secara terbuka di mimbar gereja. Sebagian lain tidak yakin bagaimana menafsirkan kitab ini karena bentuknya yang berupa puisi tanpa narasi yang jelas dan tanpa penyebutan nama Allah secara eksplisit. Akibatnya, banyak jemaat tidak pernah mendengar eksposisi yang runtut atas kitab ini sepanjang hidup mereka, padahal kitab ini memuat kekayaan teologis tentang cinta, pernikahan, kesetiaan, dan keintiman yang dirancang Allah sejak penciptaan.
Buku ini lahir dari kerinduan untuk mengisi kekosongan itu. Sebagai hamba Tuhan yang melayani jemaat sejak tahun 1996, saya berulang kali menyaksikan betapa banyak pasangan menikah dan orang-orang yang belum menikah membutuhkan pengajaran yang jujur dan alkitabiah tentang cinta dan keintiman. Budaya di sekitar kita menawarkan begitu banyak gambaran tentang cinta, sebagian merendahkannya menjadi sekadar hasrat fisik, sebagian lain mengidealkannya secara tidak realistis, sementara gereja sering kali memilih diam. Kidung Agung menawarkan jalan tengah yang jujur: cinta yang penuh gairah namun juga penuh hormat, yang intim namun juga terikat komitmen, yang manusiawi namun juga mencerminkan sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu kasih Kristus bagi Gereja-Nya (Efesus 5:31-32).
Buku ini disusun sebagai eksposisi ayat demi ayat, mengikuti pembagian pasal dan perikop Kidung Agung dari awal hingga akhir. Setiap bagian berusaha memahami teks dalam konteksnya yang asli, sebagai nyanyian cinta antara seorang pria dan seorang perempuan, sebelum menimba penerapan teologis dan praktis bagi pembaca masa kini. Pendekatan ini akan dijelaskan lebih rinci dalam Pendahuluan.
Dalam menyusun eksposisi ini, saya turut bergumul dengan wawasan dari para penafsir Kidung Agung yang saya hormati, mulai dari tradisi Bapa Gereja hingga komentari-komentari akademik masa kini, sehingga pembaca tidak hanya mendapat renungan, tetapi juga pijakan penafsiran yang bertanggung jawab.
Kiranya buku ini menolong setiap pasangan menikah untuk mengasihi dengan lebih setia, menolong mereka yang belum menikah untuk menantikan dengan lebih sabar,

Reviews
There are no reviews yet.